Desa Wono Sari
Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten MESUJI
Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW, Bersama Ustadz Mumuy S.Pd.I Dari Pringsewu
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang merupakan teladan dalam kehidupan. Pada tahun ini, pengajian Maulid Nabi diadakan dengan sangat meriah di wilayah Mesuji Di Desa Wono Sari Kecamatan Mesuji Timur, dan acara ini dipimpin oleh Ustadz Mumuy, S.Pd.I dari Pringsewu. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Mesuji Ibu Hj. Elfianah, SE dan Camat Mesuji Timur Bapak Roli Aditiawan Jaya, S.E.M.M yang menambah nuansa keagamaan dan kebersamaan dalam merayakan hari yang penuh berkah ini.
Mengapa Pengajian Maulid Sangat Penting?
Pengajian Maulid bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan kesempatan bagi umat Muslim untuk mengingat dan mendalami ajaran Nabi Muhammad SAW. Melalui pengajian ini, para jemaah diingatkan tentang pentingnya akhlak mulia, kasih sayang, dan toleransi yang diajarkan oleh Nabi. Kehadiran tokoh-tokoh penting, seperti Bupati Mesuji dan para camat, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan nilai-nilai spiritual di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat ikatan sosial antarwarga serta mempromosikan rasa persatuan dan kesatuan.
Ustadz Mumuy Penyampaian yang Menyentuh Hati
Dalam pengajian kali ini, Ustadz Mumuy menyampaikan ceramah yang sangat inspiratif. Ia mengajak jemaah untuk merenungkan kembali peran Nabi Muhammad sebagai pemimpin dan panutan. Dengan gaya bicaranya yang khas, Ustadz Mumuy berhasil membuat para peserta terhanyut dalam setiap nasihat yang disampaikannya. Beliau menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat baik yang dimiliki Nabi Muhammad, seperti kesederhanaan, ketulusan, dan semangat dalam berdakwah.
Forum Diskusi: Membangun Kesadaran Sosial
Setelah ceramah, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Forum ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengemukakan pandangan dan berbagi pengalaman. Berinteraksi langsung dengan pemimpin daerah juga membuka kesempatan untuk mendiskusikan berbagai isu sosial yang ada di masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan pengajian, yaitu membangun kesadaran sosial dan meningkatkan peran aktif warga dalam pembangunan daerah.
Kesimpulan: Merayakan Penuh Kebersamaan


